Legenda Manchester United yang kini jadi komentator, Gary Neville, tak segan melontarkan kritik tajam usai kekalahan mengejutkan United di kandang sendiri melawan Everton. Menurutnya, performa tim sangat jauh dari apa yang diharapkan – terutama ketika Everton hanya bermain dengan 10 pemain.
Kritik Endehem Neville
Neville menilai bahwa United tampak lengah sejak menit awal. Ia menyebut ada nuansa “keberhasilan yang sudah di depan mata”, seolah para pemain merasa bisa mengamankan hasil tanpa harus bekerja keras. Sikap seperti ini, kata Neville, “mencederai kepercayaan” yang selama ini coba dibangun antara manajer Ruben Amorim, skuad, dan suporter.
Bagi Neville, kekalahan tersebut bukan sekadar kegagalan di satu pertandingan, tetapi sebuah panggilan peringatan serius: United belum cukup konsisten atau berkomitmen untuk ambisi besar. Menurutnya, tim ini punya momen naik, tapi dengan mudah kembali ke performa yang mengecewakan.
Kesalahan Taktis Amorim
Neville sangat mempertanyakan keputusan Amorim untuk tetap menggunakan formasi lima bek meskipun Everton tampil dengan 10 orang. Dia menilai pilihan itu membuat United kehilangan daya ofensif: bukannya memperluas permainan dan menekan pertahanan lawan, United justru terlihat terlalu berhati-hati.
Salah satu kritik paling keras ditujukan pada Luke Shaw. Neville menggambarkan sang bek kiri sebagai “amal –akibat lambat dan enggan menyerang”, terutama di saat tim membutuhkan tekanan ekstra. Menurutnya, Shaw seharusnya berada lebih jauh ke depan dan memberi lebih banyak dukungan di lini serang, tapi yang ia lihat adalah langkah yang terlalu santai dan kurang agresif.
Neville juga menyayangkan keputusan Amorim mengganti pemain tanpa memberi dorongan pada area terdepan. Alih-alih membongkar pertahanan lawan, United malah mempertahankan struktur defensif yang menurut Neville tidak optimal untuk situasi itu.
Momen Dramatis di Laga
Selain soal taktik, peristiwa emosional di lapangan juga jadi sorotan. Saat Everton sebelumnya kehilangan pemain karena kartu merah, Neville merasa United seharusnya memanfaatkan momentum tersebut dengan lebih baik. Namun, alih-alih menggempur, Neville melihat United seperti kehilangan energi — padahal biasanya inilah saat yang tepat untuk menyerang.
Menurut dia, United tidak menunjukkan urgensi yang cukup. Alih-alih menumpuk pemain di depan atau memperlebar serangan, mereka seolah stuck dalam pola pasif, yang membuat Everton tetap bisa mengontrol pertandingan meskipun dengan satu pemain lebih sedikit.
Dampak Terhadap Kepercayaan
Neville memperingatkan bahwa performa seperti itu bisa merusak kepercayaan fans terhadap proyek Amorim. Dia menyebut penonton bahkan meneriakkan rasa kecewa di akhir pertandingan — sebuah sinyal bahwa ekspektasi terhadap United masih sangat tinggi, dan suporter tak akan terpuaskan hanya oleh upaya setengah hati.
Bagi Neville, kekalahan ini bukan sekadar kemunduran di papan klasemen, tetapi juga tes moral dan identitas: apakah United benar-benar serius membangun tim kompetitif di bawah asuhan Amorim, atau sekadar memutar harapan kosong setiap musim.
Catatan Positif Kecil ( BET DISINI!!! )
Meski mengkritik habis-habisan, Neville juga menaruh sedikit harapan. Ia percaya bahwa tim ini sebenarnya punya potensi yang bisa dibangun — tetapi hanya jika ada perubahan mental dan taktis yang nyata. Menurutnya, Amorim dan skuad harus belajar dari malam itu dan menatap ke depan dengan ambisi yang lebih tajam dan kerja keras yang lebih konsisten.
.webp)










0 Komentar